BELLVATOUR — Bandung tidak hanya menjadi kota dengan pemandangan alam yang asri atau pusat belanja pakaian yang modis. Namun bagi para pencinta rasa, Bandung adalah sebuah museum hidup yang menyimpan ribuan cerita di balik aroma bumbunya.
Menjalani kuliner legendaris Bandung untuk 1 hari tour adalah sebuah perjalanan melintasi waktu, di mana setiap suapan membawa kita kembali ke masa puluhan tahun silam.
Jika Anda hanya memiliki waktu 24 jam, tantangannya adalah memilih mana yang benar-benar mewakili jiwa Kota Kembang. Berikut adalah panduan perjalanan rasa yang dirancang agar hari Anda di Bandung menjadi tak terlupakan.
Perjalanan kuliner legendaris Anda harus dimulai dari jantung kota, tepatnya di kawasan Braga atau Pasar Baru yang masih kental dengan arsitektur kolonial.
1. Kopi Toko Djawa (Sejak 1955)
Sebelum menjadi kedai kopi kekinian, tempat ini adalah toko buku legendaris. Kini, aroma kertas tua telah berganti menjadi aroma biji kopi pilihan. Memulai hari dengan segelas Es Kopi Toko Djawa yang menggunakan gula aren asli adalah cara terbaik untuk merasakan transisi antara Bandung tempo dulu dan modernitas. Tekstur kopinya yang creamy namun tetap menonjolkan karakter kacang-kacangan sangat cocok dinikmati sambil melihat lalu lalang orang di Jalan Braga.
2. Warung Kopi Purnama (Sejak 1930)
Tak jauh dari sana, melangkahlah ke Jalan Alkateri. Di sini berdiri Warung Kopi Purnama. Menu wajibnya adalah Roti Bakar Selai Srikaya yang resep selainya tetap dijaga kerahasiaannya selama hampir satu abad. Duduk di kursi kayu tuanya, di bawah lampu gantung yang redup, Anda akan merasakan suasana sarapan ala warga Bandung di era pra-kemerdekaan.
Setelah perut terisi ringan, saatnya mencari menu makan siang yang lebih mengenyangkan. Bandung memiliki sejarah panjang asimilasi budaya yang tercermin kuat dalam kulinernya.
3. Mie Naripan (Sejak 1965)
Berada di persimpangan Jalan Naripan dan Jalan Sunda, kedai mie ini adalah bukti nyata kejayaan mie buatan tangan (homemade). Tekstur mienya kenyal dengan taburan ayam suwir yang gurih. Jangan lupa memesan bakso gorengnya yang terkenal renyah di luar namun sangat lembut di dalam. Kedai ini hampir tidak pernah sepi, menjadi bukti bahwa kualitas rasa mampu mengalahkan tren makanan instan masa kini.
4. Batagor Kingsley atau Riri
Tak lengkap menyebut kuliner legendaris Bandung untuk 1 hari tour tanpa menyertakan Batagor (Bakso Tahu Goreng). Pilihannya jatuh pada Batagor Kingsley di Jalan Veteran. Berbeda dengan batagor pinggir jalan, di sini Anda mendapatkan perpaduan daging ikan tenggiri yang sangat terasa dan bumbu kacang yang kental serta berminyak pas. Ini adalah camilan berat yang sudah menjadi standar emas batagor di Indonesia.
Sore hari di Bandung biasanya diiringi udara sejuk atau rintik hujan tipis. Ini adalah waktu yang tepat untuk mencari sesuatu yang hangat atau menyegarkan di lidah.
5. Rasa Bakery & Cafe (Sejak 1910)
Tempat ini dulunya bernama Hazes, penyedia kue untuk kaum elite Belanda. Masuk ke sini seperti memasuki mesin waktu. Cobalah Cafe de Paris atau es krim dalam batok kelapa yang ikonik. Resep es krim mereka masih menggunakan teknik tradisional tanpa banyak bahan kimia modern, memberikan rasa yang bersih dan tidak terlalu manis di tenggorokan.
6. Toko Kue Bawean (Sejak 1946)
Jika Anda ingin membawa buah tangan yang juga bersejarah, mampirlah ke Jalan Bawean. Kue Rum Mocha Tart mereka adalah legenda. Aroma rum yang kuat berpadu dengan krim moka yang lembut menciptakan rasa “dewasa” yang sulit ditemukan di toko kue waralaba saat ini.
Malam hari adalah waktu di mana kuliner jalanan Bandung benar-benar “berbicara”.
7. Perkedel Bondo (Sejak 1980-an)
Berada di kawasan Stasiun Hall, perkedel ini dimasak menggunakan tungku arang. Meski sederhana, antreannya bisa sangat panjang. Kegaringan bagian luarnya dan kelembutan kentang di dalamnya menjadikannya teman makan malam atau sekadar camilan malam yang sempurna di tengah dinginnya angin Bandung.
8. Ronde Alkateri
Untuk menutup perjalanan, kembalilah ke arah Jalan Alkateri untuk semangkuk Ronde hangat. Bola-bola ketan berisi kacang yang disiram kuah jahe panas dengan tingkat kepedasan yang bisa dipilih (jahe putih atau jahe emprit) akan menghangatkan tubuh Anda sebelum beristirahat.
Dalam kuliner legendaris Bandung untuk 1 hari tour, yang Anda beli bukan sekadar makanan, melainkan konsistensi. Para pemilik tempat makan ini rata-rata sudah memasuki generasi kedua atau ketiga. Mereka bertahan bukan karena iklan besar-besaran, melainkan karena kesetiaan pada resep asli dan cara memasak yang tidak dipotong kompas.
Mengunjungi tempat-tempat ini juga merupakan bentuk apresiasi terhadap sejarah kota. Di balik sepiring mie atau segelas kopi, ada cerita tentang perjuangan keluarga, adaptasi budaya, dan kecintaan pada profesi yang diwariskan turun-temurun.
Gunakan Transportasi Online atau Sewa Kendaraan (Bellva Holidays, recommended): Titik-titik kuliner legendaris ini tersebar di area pusat kota yang padat, sehingga menggunakan transportasi yang praktis akan menghemat waktu Anda.
Datang Lebih Awal: Tempat seperti Warung Kopi Purnama atau Mie Naripan memiliki jam operasional yang berbeda dan seringkali habis sebelum jam tutup resmi jika sedang ramai.
Siapkan Perut: Pastikan Anda datang dalam keadaan lapar, karena setiap sudut Bandung selalu punya godaan untuk dicicipi!
Bandung akan selalu punya cerita baru, namun rasa yang legendaris akan selalu menjadi alasan bagi siapapun untuk kembali pulang. Selamat berwisata kuliner!
Booking segera! Jadwal kami masuk fase limit.
Ya, Saya Mau !